Tayangan laman minggu lalu

Rabu, 29 September 2010

Indonesia Sebagai Negara Maritim

 
Sebagai negara maritim indonesia yang memeliki luas daratan yang lebih luas dari luas daratan dengan 17.500 lebih pulau, seharusnya menjadi negara maritim yang kuat dengan pemanfaatan sumber daya kelautan yang efektif untuk menunjang pembangunan bangsa. Toh sampai hari ini kemiskinan paling dekat dengan masyarakat pesisir yang seharusnya menjadi tolak ukur pembangunan negara maritim.

Transportasi
Transportasi laut berperan penting dalam dunia perdagangan internasional maupun domestik. Transportasi laut juga membuka akses dan menghubungkan wilayah pulau, baik daerah sudah yang maju maupun yang masih terisolasi. Sebagai negara kepulauan (archipelagic state), Indonesia memang amat membutuhkan transportasi laut. Pada bidang ini, transportasi perhubungan laut sebagai urat nadi pembangunan ekonom negara maritim masih diliputi berbagai masalah baik dari segi kenyamanan, keamanan, maupun ketersediaannya.
Penelitian (Disertasi) yang dilakukan oleh (Dr.Ganding Sitepu, Dipl-Ing) menunjukkan karasteristik muatan dengan pelabuhan dan kapal sangat rendah sehingga kinerja transportasi juga rendah.


Penangkapan Ikan
Pada sektor ini nelayan semakin terjepit dengan terus meningginya biaya operasional penangkapan dengan adanya kenaikan harga BBM. Selain itu hasil tangkapan juga dipengaruhi oleh cuaca buruk dimana nelayan takut melaut akibat tidak mampunya kapal-kapal mereka beroperasi pada kondisi gelombang yang tinggi. Disisi lain perampokan ikan masih marak terjadi di perairan Nusantara akibat kurangnya pengawasan terhadap wilayah perairan kita.

Industry Galangan Kapal
Industry galangan kapal hanya menjadi perakit kapal, sedangkan bahan bakunya dan teknologi yang bersangkutan dengan bidang ini masih didatangkan dari luar negeri sehingga tidak mampu mengikuti daya saing harga global.

Pariwisata
Sebagai negara maritim yang memiliki banyak pulau yang eksotik dapat diberdayakan menjadi industri pariwisata yang dapat membangun perekonomian daerah setempat, namun disisi lain  banyak pulau-pulau kita yang telah dikelolah oleh pihak asing. Sehingga penduduk setempat hanya menjadi penonton malah jadi bahan tontonan para pelancong di tengah kondisi perekonomian mereka yang terjepit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar